<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jogja.linux.or.id</title>
	<atom:link href="http://jogja.linux.or.id/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jogja.linux.or.id/berita</link>
	<description>Blog for JogXers</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2010 01:14:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kompilasi Kernel di Debian v5 (lenny)</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/02/19/kompilasi-kernel-di-debian-v5-lenny/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/02/19/kompilasi-kernel-di-debian-v5-lenny/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 01:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wilfridus Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Kompilasi Kernel di Debian v5 (lenny)
111209, 21:48
Lakukan pengecekan versi dari kernel yang sedang aktif, dengan menggunakan perintah berikut:
uname -a
dan akan memberikan tampilan hasil eksekusi seperti berikut:
Linux hosting 2.6.26-1-686 #1 SMP Sat Jan 10 18:29:31 UTC 2009 i686 GNU/Linux
Instalasi paket yang dibutuhkan:
apt-get install kernel-package zlib1g zlib1g-dev libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 build-essential
Persiapkan paket kernel yang akan dikompilasi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kompilasi Kernel di Debian v5 (lenny)<br />
111209, 21:48</p>
<p>Lakukan pengecekan versi dari kernel yang sedang aktif, dengan menggunakan perintah berikut:<br />
uname -a</p>
<p>dan akan memberikan tampilan hasil eksekusi seperti berikut:<br />
Linux hosting 2.6.26-1-686 #1 SMP Sat Jan 10 18:29:31 UTC 2009 i686 GNU/Linux</p>
<p>Instalasi paket yang dibutuhkan:<br />
apt-get install kernel-package zlib1g zlib1g-dev libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 build-essential</p>
<p>Persiapkan paket kernel yang akan dikompilasi, untuk versi terbaru dari http://www.kernel.org saat ini telah mencapai versi 2.6.32. silakan mengunduh berkas kernel tersebut, misalkan seperti yang terdapat dalam contoh ini adalah linux-2.6.32.tar.gz ke mesin pengguna.<br />
Kemudian pindahkan berkas tersebut ke direktori /usr/src/ dengan melakukan perintah berikut:<br />
mv linux-2.6.32.tar.gz /usr/src/</p>
<p>selanjutnya berpindah ke direktori /usr/src/ dengan mengetikkan perintah: cd /usr/src/</p>
<p>selanjutnya melakukan ekstraksi paket tersebut dengan melakukan perintah tersebut pada konsol:<br />
tar xvfpz linux-2.6.32.tar.gz</p>
<p>proses ekstraksi berlangsung beberapa saat, dan setelah selesai akan terlihat suatu direktori baru yang bernama linux-2.6.32.<br />
Lakukan perpindahan lokasi ke direktori tersebut dengan mengetikkan perintah: linux-2.6.32<br />
lakukan perintah ls -l untuk melihat isi direktori</p>
<p>selanjutnya, ikuti urutan perintah berikut ini:<br />
make clean &amp;&amp; make mrproper</p>
<p>selanjutnya, pengguna perlu melakukan konfigurasi terlebih dahulu terhadap fitur-fitur yang terdapat di dalam kernel versi terbaru. hal ini dilakukan agar pengguna dapat melakukan kostumisasi terhadap kernel yang akan dipasang pada sistemnya serta dapat pula mematikan fungsi-fungsi yang sekiranya tidak diperlukan sehingga kernel yang nantinya berjalan adalah kernel yang efisien dan diketahui fiturnya secara pasti oleh administrator.<br />
satu hal yang perlu diperhatikan, dari beberapa saran yang penulis dapatkan dari berbagai milis, pengguna perlu mematikan fitur-fitur yang masih dilabeli dengan experimental untuk menghindari hole dari sistem, dan hal ini sangat penting dalam sisi sekuritas sistem.<br />
	Ketikkan perintah make menuconfig untuk memulai proses konfigurasi, dan akan memunculkan tampilan berikut</p>
<p>Untuk fitur-fitur yang akan diaktifkan, memang tidak ada aturan baku yang ditetapkan, akan tetapi biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dari pengguna atau administrator sistem dengan berbagai analisa dan pertimbangan yang dilakukan.<br />
Apabila ingin menggunakan berkas konfigurasi dari versi kernel sebelumnya, pengguna dapat memilih menu Load an alternate configuration file<br />
Dan selanjutnya memasukkan nama berkas konfigurasi yang dituju.</p>
<p>Apabila menggunakan konfigurasi yang baru, selesai memilih fitur-fitur yang akan diaktifkan dalam kernel, maka pilih menu Save configuration to an alternate file<br />
	dan akan muncul kotak dialog yang meminta nama berkas untuk menyimpan konfigurasi. secara standar akan langsung menyimpan dengan nama .config.</p>
<p>Selanjutnya memilih tombol exit, dan akan muncul kotak dialog berikutnya yang meminta konfirmasi dari pengguna untuk hasil perubahan konfigurasi yang telah dilakukan.</p>
<p>make-kpkg clean</p>
<p>fakeroot make-kpkg –initrd –append-to-version=-custom kernel_image kernel_headers</p>
<p>(di depan initrd dan append-to-version, diawali dengan pemberian 2x karakter &#8216;-&#8217;. sedangkan variabel &#8216;-custom&#8217; dapat diganti sesuai keinginan pengguna, misalkan dengan contoh berikut: -111209. perhatikan di depan tanggal terdapat 1x karakter &#8216;-&#8217;)</p>
<p>catatan:<br />
jika terjadi error selama proses kompilasi, baca tutorial ini di bagian akhir, yaitu penanganan ketika terjadi error.</p>
<p>Selesai proses, arahkan lokasi dari konsol ke /usr/src/ dengan mengetikkan perintah cd ..</p>
<p>kemudian akan terlihat bahwa proses kompilasi yang dilakukan sebelumnya telah menciptakan 2 buah file dengan ekstensi .DEB, yaitu linux-image dan linux-headers. </p>
<p>Lakukan proses instalasi dengan menjalankan perintah berikut:<br />
dpkg -i *.deb</p>
<p>Selecting previously deselected package linux-headers-2.6.32-111209.<br />
(Reading database &#8230; 33471 files and directories currently installed.)<br />
Unpacking linux-headers-2.6.32-111209 (from linux-headers-2.6.32-111209_2.6.32-111209-10.00.Custom_i386.deb) &#8230;<br />
Selecting previously deselected package linux-image-2.6.32-111209.<br />
Unpacking linux-image-2.6.32-111209 (from linux-image-2.6.32-111209_2.6.32-111209-10.00.Custom_i386.deb) &#8230;<br />
Done.<br />
Setting up linux-headers-2.6.32-111209 (2.6.32-111209-10.00.Custom) &#8230;<br />
Setting up linux-image-2.6.32-111209 (2.6.32-111209-10.00.Custom) &#8230;<br />
Running depmod.<br />
Finding valid ramdisk creators.<br />
Using mkinitramfs-kpkg to build the ramdisk.<br />
W: Possible missing firmware /lib/firmware/tigon/tg3_tso5.bin for module tg3<br />
W: Possible missing firmware /lib/firmware/tigon/tg3_tso.bin for module tg3<br />
W: Possible missing firmware /lib/firmware/tigon/tg3.bin for module tg3<br />
Running postinst hook script update-grub.<br />
Searching for GRUB installation directory &#8230; found: /boot/grub<br />
Searching for default file &#8230; found: /boot/grub/default<br />
Testing for an existing GRUB menu.lst file &#8230; found: /boot/grub/menu.lst<br />
Searching for splash image &#8230; none found, skipping &#8230;<br />
Found kernel: /boot/vmlinuz-2.6.32-111209<br />
Found kernel: /boot/vmlinuz-2.6.26-1-686<br />
Updating /boot/grub/menu.lst &#8230; done</p>
<p>grub should automatically add your kernel and make it the default kernel. untuk menggunakan kernel hasil kompilasi terbaru, lakukan perintah reboot<br />
untuk selanjutnya pada menu pilihan ketika sistem akan boot dapat dilihat bahwa kernel yang telah dikompilasi tersebut dapat dipilih oleh user.</p>
<p>Setelah login, pada mesin pengguna dapat melakukan pengecekan versi kernel yang aktif saat ini dengan mengetikkan perintah seperti tahap di bagian awal yaitu: uname -a<br />
hasil eksekusi akan terlihat seperti berikut ini:<br />
Linux hosting 2.6.32-111209 #1 SMP Fri Dec 11 20:36:36 WIT 2009 i686 GNU/Linux</p>
<p>selamat&#8230; mesin linux pengguna telah berhasil berjalan di atas pondasi kernel terbaru.</p>
<p>Penanganan ketika terjadi error sewaktu proses kompilasi<br />
Jika error selama proses kompile seperti ini:<br />
….”error: zlib.h: No such file or directory”….<br />
install zlib1g-dev package and make-kpkg again</p>
<p>Jika error selama proses kompile seperti ini:</p>
<p>cc -m32 -Wall -Wmissing-declarations -Wmissing-prototypes -O3 -I../../include -I../../arch/x86/include -U_FORTIFY_SOURCE lguest.c -o lguest<br />
lguest.c:21:25: error: sys/eventfd.h: No such file or directory<br />
lguest.c: In function ‘create_thread’:<br />
lguest.c:1021: warning: implicit declaration of function ‘eventfd’<br />
make: *** [lguest] Error 1<br />
This is apparenty due to the old libc-dev package that Lenny comes with. Since libc isn’t exactly a good candidate for a selective upgrade I helped myself with simply editing Documentation/lguest/Makefile and changing:<br />
all: lguest<br />
to<br />
all:<br />
So lguest wont be build anymore. After that make-kpkg binary-arch worked as usual.</p>
<p>daftar pustaka<br />
http://linuxsaga.com/guide/compiling-a-new-kernel-in-debian<br />
http://www.debianadmin.com/step-by-step-tutorial-howto-compile-kernel-in-debian-5-0-lenny.html<br />
http://cakebox.homeunix.net/wordpress/?p=100</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/02/19/kompilasi-kernel-di-debian-v5-lenny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kustomisasi konfigurasi IDS (snort)</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/01/14/kustomisasi-konfigurasi-ids-snort/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/01/14/kustomisasi-konfigurasi-ids-snort/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 18:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wilfridus Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=861</guid>
		<description><![CDATA[tulisan ini diangkat dari pengalaman setelah memasang ids pada suatu mesin debian versi etch menggunakan snort dan engine ke tampilan berbasis web menggunakan base, pada suatu area dmz yang super sibuk.
meski cukup telat, tentu lebih baik dibanding tidak sama sekali. penggunaan sistem IDS menjadi sesuatu yang cukup perlu dipertimbangkan untuk diinstal pada suatu jaringan komputer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan ini diangkat dari pengalaman setelah memasang ids pada suatu mesin debian versi etch menggunakan snort dan engine ke tampilan berbasis web menggunakan base, pada suatu area dmz yang super sibuk.</p>
<p>meski cukup telat, tentu lebih baik dibanding tidak sama sekali. penggunaan sistem IDS menjadi sesuatu yang cukup perlu dipertimbangkan untuk diinstal pada suatu jaringan komputer yang sibuk. apalagi untuk mesin-mesin yang berinteraksi 24/7 kepada customer, sehingga monitoring paket dan berbagai tindakan lain yang mengarah terhadap pengamanan menjadi bagian yang seharusnya tidak terpisahkan.</p>
<p>untuk tulisan ini, hanya menggunakan 1 sensor, dengan posisi berada pada area dmz, yang memonitor pergerakan antara lan ke dmz (internet). pada area tersebut juga terdapat suatu proxy menggunakan berbasis windows, sehingga inilah juga yang membuka tabir dari konfigurasi yang tidak optimal setelah melakukan instalasi dan implementasi secara standar dari suatu snort. secara kebetulan, anomali yang dimunculkan tersebut dideteksi pada malam hari setelah ids terpasang, dan menjadi catatan yang sangat banyak di dalam log, yang secara simultan dari satu titik ke titik yang lain. setelah berkoordinasi dengan admin network, berdasarkan skema yang ada akhirnya dapat diketahui dari mana asal dan ke arah mana tujuan data yang tertangkap oleh sensor.</p>
<p>log dalam snort mencatat pergerakan yang sangat kencang, ups&#8230; i`m getting a bunch&#8230; sehingga akhirnya dipastikan dari berbagai sumber resmi bahwa log2 tersebut memang akan diciptakan secara otomatis (terutama pada penggunaan konfigurasi standar setelah instalasi) tersebut, dan dimungkinkan untuk admin dapat mematikan alert jikalau memang dianggap bahwa alert tersebut tidak mencerminkan suatu kondisi yang berbahaya.  salah satunya adalah alert mengenai Bare Byte Encoding. dari hasil browsing (http://lists.virus.org/focus-ids-0406/msg00038.html) diperoleh keterangan berikut:</p>
<p><em>Bare byte encoding is an IIS trick that uses non-ASCII chars as valid values in decoding UTF-8 values.  This is NOT in the HTTP standard, as all non-ASCII values have to be encoded with a %.  Bare byte encoding allows the user to emulate an IIS server and interpret non-standard encodings correctly.</em></p>
<p>dari log juga memang tidak 100% mempunyai pola yang sama, tetapi secara garis besar dari 6 klasifikasi yang ada, diperoleh hasil berikut (tercatat dalam 5 hari pengaktifan sensor ids):</p>
<p>[snort] (http_inspect) DOUBLE DECODING ATTACK  unclassified 2316(4%)</p>
<p>[snort] (http_inspect) BARE BYTE UNICODE ENCODING unclassified 5486(9%)</p>
<p>[snort] (http_inspect) OVERSIZE REQUEST-URI DIRECTORY unclassified 18023(30%)</p>
<p>[snort] WEB-MISC http directory traversal  attempted-recon 23992(40%)</p>
<p>[snort] WEB-MISC Invalid HTTP Version String non-standard-protocol 6299(10%)</p>
<p>[snort] WEB-MISC Invalid HTTP Version String  unclassified 2219(4%)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>total: 58335 (97%)</p>
<p>pastikan anda melihat total dari log yang mencapai lebih dari 58 ribu catatan atau mencakup 97% dari log ids secara keseluruhan. sungguh mencengangkan, apalagi beberapa mesin pada dmz tersebut adalah &#8220;favorit&#8221; untuk diakses, baik dari internal maupun eksternal. akhirnya penulis berusaha melakukan optimalisasi pada konfigurasi snort yang ada, tentu saja dengan resiko bahwa dengan melakukan perubahan-perubahan di bawah ini membuat paket data yang sebenarnya masuk dalam kategori &#8220;dicurigai&#8221; akan tidak tercatat. tentu semua ada baik dan buruknya, disesuaikan dengan kebutuhan.</p>
<p>aktifitas yang kemudian dilakukan adalah mengecek keberadaan berkas konfigurasi dari snort yang berada secara standar pada lokasi <strong>/etc/snort/</strong>. berkas konfigurasi utama dari snort tersebut adalah <strong>snort.conf</strong>. selanjutnya dengan menggunakan editor favorit, lakukan pengecekan isi dari berkas tersebut dan pastikan di baris paling bawah terdapat tulisan sebagai berikut:<strong> include threshold.conf</strong>. artinya ids tersebut juga mengenal berkas threshold.conf sehingga apabila dilakukan perubahan konfigurasi maka dapat dikenal oleh ids.</p>
<p>langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan nomor dari tabel ID yang berisi prepocessor alerts yang berada pada lokasi yang sama dengan snort.conf yaitu /etc/snort/.  Nama berkas yang mengandung informasi lengkap tersebut bernama <strong>gen-msg.map</strong>. ketika dibuka menggunakan editor, akan terlihat tampilan seperti berikut:</p>
<p># $Id: gen-msg.map,v 1.16.2.3 2005/04/22 19:03:55 jhewlett Exp $</p>
<p># GENERATORS -&gt; msg map</p>
<p># Format: generatorid || signatureid || MSG</p>
<p>1 || 1 || snort general alert</p>
<p>2 || 1 || tag: Tagged Packet</p>
<p>100 || 1 || spp_portscan: Portscan Detected</p>
<p>100 || 2 || spp_portscan: Portscan Status</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>potongan dari isi berkas gen-msg.map di atas dapat dilihat bahwa di bagian sebelah kiri, terdapat 2 kolom yang menunjukkan id dari suatu prepocessor alerts. untuk cara membacanya adalah dimulai dari sebelah kiri, yaitu generatorid || signatureid || message. sebagai contoh, untuk genid=100 dan sigid=1, message yang akan ditampilkan adalah spp_portscan: Portscan Detected.</p>
<p>untuk langkah selanjutnya, maka anda harus mencari message yang sesuai dengan yang akan dinonaktifkan alertnya. misalkan dari 6 contoh alert di atas yang akan dimatikan, terdapat 3 informasi yang diperoleh dari berkas gen-msg.map adalah sebagai berikut:</p>
<p>119 || 2 || http_inspect: DOUBLE DECODING ATTACK</p>
<p>119 || 4 || http_inspect: BARE BYTE UNICODE ENCODING</p>
<p>119 || 11 || http_inspect: DIRECTORY TRAVERSAL</p>
<p>langkah selanjutnya adalah melakukan penambahan rule pada berkas <strong>threshold.conf</strong> yang bertujuan untuk menonaktifkan alert 3 http_inspect yang terdapat pada contoh tersebut. rule-rule tersebut adalah:</p>
<p>suppress gen_id 119, sig_id 2, track by_src, ip 192.168.x.x   #disable http_inspect: DOUBLE DECODING ATTACK alerts</p>
<p>suppress gen_id 119, sig_id 4, track by_src, ip 192.168.x.x   #disable http_inspect: Bare Byte Unicode Encoding</p>
<p>suppress gen_id 119, sig_id 11, track by_src, ip 192.168.x.x  #disable http_inspect: Directory Traversal</p>
<p>maksud dari rule di atas adalah menonaktifkan alerts secara spesifik, yang berasal dari sumber dengan nomor IP 192.168.x.x. sebagai catatan, sistem yang menggunakan alamat IP 192.168.x.x tersebut adalah mesin proxy.</p>
<p>kemudian untuk mengenal alert dengan signature awal WEB-MISC, anda dapat membaca berkas pada lokasi /etc/snort/ yang bernama <strong>sid-msg.map</strong>. dari hasil pencarian dari isi di dalamnya, diperoleh keterangan dari 3 alerts tersebut sebagai :</p>
<p>1112 || WEB-MISC http directory traversal || arachnids,298</p>
<p>1113 || WEB-MISC http directory traversal || arachnids,297</p>
<p>2570 || WEB-MISC Invalid HTTP Version String || bugtraq,9809 || nessus,11593</p>
<p>kemudian tambahkan 3 baris berikut pada berkas threshold.conf untuk menonaktifkan secara spesifik alerts tersebut dari log:</p>
<p>suppress gen_id 1, sig_id 1112, track by_src, ip 192.168.x.x #disable WEB-MISC http directory traversal</p>
<p>suppress gen_id 1, sig_id 1113, track by_src, ip 192.168.x.x #disable WEB-MISC http directory traversal</p>
<p>suppress gen_id 1, sig_id 2570, track by_src, ip 192.168.x.x #disable WEB-MISC Invalid HTTP Version String</p>
<p>(catatan: pada alerts yang berasal dari berkas sid-msg.map, tidak memiki data gen_id sendiri, tetapi termasuk pada general alert -&gt; lihat berkas gen-msg.map, dimana semua generap alerts memiliki identitas &#8220;gen_id 1&#8243;)</p>
<p>setelah selesai, segera simpan perubahan tersebut. selanjutnya adalah melakukan pengetesan konfigurasi dari berkas snort.conf apakah mengandung kesalahan atau tidak. perintah yang digunakan adalah sebagai berikut: <strong>snort -c /etc/snort/snort.conf</strong>. jika muncul gambar babi di bagian bawah dari layar setelah mengeksekusi perintah sebelumnya, seperti yang terlihat di bawah ini:</p>
<p>&#8211;== Initialization Complete ==&#8211;<br />
,,_     -*&gt; Snort! &lt;*-<br />
o&quot;  )~   Version 2.3.3 (Build 14)<br />
&#039;&#039;&#039;&#039;    By Martin Roesch &amp; The Snort Team: http://www.snort.org/team.html<br />
(C) Copyright 1998-2004 Sourcefire Inc., et al.</p>
<p>menandakan bahwa konfigurasi dari snort dapat berjalan dengan baik. untuk keluar kembali ke console, dapat dengan menekan CTRL+J.</p>
<p>kemudian dari console, jalankan perintah untuk melakukan restart layanan server dari snort, dengan menggunakan perintah: <strong>/etc/init.d/snort restart</strong></p>
<p>hasil visualisasi dari log ids, seperti yang telah disebutkan di bagian awal tulisan ini, dapat terbaca menggunakan aplikasi berbasis PHP yaitu BASE. selamat mencoba&#8230;</p>
<p>bukit.sariwangi, 140110, 00:14</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/01/14/kustomisasi-konfigurasi-ids-snort/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>solusi error pada mysql server (OS Debian)</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/01/07/solusi-error-pada-mysql-server-os-debian/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/01/07/solusi-error-pada-mysql-server-os-debian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 09:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wilfridus Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=852</guid>
		<description><![CDATA[bermula dari rusaknya harddisk berusia lebih dari 6 tahun itu di komputer server. akhirnya berakhir sudah riwayatnya menemani dwa. yang menjadi masalah adalah disana sistem utama, dan juga data, meski telah disiapkan backup di harddisk dan sistem ke-dua, tetap saja semua harus diperhatikan ulang konfigurasinya.
salah satu yang &#8220;menyangkut&#8221; dengan sempurna adalah MySQL server. setelah migrasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bermula dari rusaknya harddisk berusia lebih dari 6 tahun itu di komputer server. akhirnya berakhir sudah riwayatnya menemani dwa. yang menjadi masalah adalah disana sistem utama, dan juga data, meski telah disiapkan backup di harddisk dan sistem ke-dua, tetap saja semua harus diperhatikan ulang konfigurasinya.</p>
<p>salah satu yang &#8220;menyangkut&#8221; dengan sempurna adalah MySQL server. setelah migrasi antar harddisk dan setelah melakukan perubahan konfigurasi untuk menuju ke direktori penyimpan data yang terkustomisasi sebelumnya. ketika akan direstart servicenya, muncul pesan error sebagai berikut:</p>
<p>* Stopping MySQL database server mysqld [fail]<br />
* Starting MySQL database server mysqld [ OK ]<br />
/usr/bin/mysqladmin: connect to server at &#8216;localhost&#8217; failed<br />
error: &#8216;Access denied for user &#8216;debian-sys-maint&#8217;@'localhost&#8217; (using password: YES)&#8217;</p>
<p>pesan error tersebut muncul dari sistem karena akses user bernama &#8216;debian-sys-main&#8217; pada mesin &#8216;localhost&#8217; yang otomatis tercipta dalam suatu aktifitas penginstalan aplikasi mysql-server pada mesin Debian tidak memiliki hak akses terhadap server database, sebab password yang diberikan oleh root pada waktu penggunaan perintah mysqladmin -u root password &#8220;passwordmysql&#8221; tidak otomatis dikenali oleh user tersebut.</p>
<p>pengguna selanjutnya dapat mengecek berkas konfigurasi berikut: /etc/mysql/debian.cnf yang isinya kurang lebih sebagai berikut:</p>
<p># Automatically generated for Debian scripts. DO NOT TOUCH!<br />
[client]<br />
host     = localhost<br />
user     = debian-sys-maint<br />
password = n4aSHUP04s1J32X5<br />
socket   = /var/run/mysqld/mysqld.sock<br />
[mysql_upgrade]<br />
user     = debian-sys-maint<br />
password = n4aSHUP04s1J32X5<br />
socket   = /var/run/mysqld/mysqld.sock<br />
basedir  = /usr</p>
<p>lihat pada bagian baris password yang dibold (n4aSHUP04s1J32X5), itu adalah hasil enkripsi yang dilakukan sistem terhadap password yang dimiliki oleh administrator/root dari server basisdata yang dibuat. informasi mengenai password tersebut yang selanjutnya digunakan atau disalin  untuk melakukan konfigurasi di dalam konsol mysql, dengan sebelumnya pengguna harus login terlebih dahulu ke dalam server MySQL melalui perintah: mysql -u root -p. kemudian masukkan password yang sesuai.</p>
<p>setelah berhasil login ke dalam MySQL dan kursor berada di dalam konsol MySQL, maka selanjutnya lakukan perintah berikut:</p>
<p>mysql&gt; GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO &#8216;debian-sys-maint&#8217;@'localhost&#8217; IDENTIFIED BY &#8216;n4aSHUP04s1J32X5&#8242;;</p>
<p>perintah di atas bermaksud memberikan semua hak akses pada komputer/server yang aktif pada user bernama debian-sys-maint yang diidentifikasikan dengan password n4aSHUP04s1J32X5.</p>
<p>jika tidak ada kesalahan dalam pengetikan, sistem tidak akan memunculkan pesan apapun ke pengguna. keluar dari konsol MySQL dengan mengetikkan perintah quit.</p>
<p>kemudian coba melakukan restart service dari MySQL dengan menjalankan perintah berikut: /etc/init.d/mysql restart</p>
<p>* Stopping MySQL database server mysqld [ OK ]<br />
* Starting MySQL database server mysqld [ OK ]<br />
* Checking for corrupt, not cleanly closed and upgrade needing tables.</p>
<p>jika pengguna melihat hasil keluaran seperti di atas, maka solusi tersebut adalah tepat untuk mengatasi masalah di atas. selamat mencoba&#8230;</p>
<p>dwa@gwm lt.8, 070110, 16:30</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2010/01/07/solusi-error-pada-mysql-server-os-debian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Compiz di Intel Atom, ubuntu 8.04.</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/12/30/compiz-di-intel-atom-ubuntu-8-04/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/12/30/compiz-di-intel-atom-ubuntu-8-04/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aspansyahbudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Distro]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[compiz]]></category>
		<category><![CDATA[Intel Atom]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu 8.04]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=835</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,
Kan lagi nyoba HW baru, sebuah mainboard on board Processor Intel Desktop Boards D945GCLF. Mainboard ini sangat mungil dengan data teknis sebagai berikut :
1. Processor Intel Atom onboard with passive cooler.
2. PS/2 mouse port.
3. PS/2 keyboard port.
4. Serial port.
5. Parallel port.
6. LAN Port.
7. VGA Port.
8. 4 USB Port.
9. Sound Port.
10. Front Panel Audio port.
11. 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Kan lagi nyoba HW baru, sebuah mainboard on board Processor <strong>Intel Desktop Boards D945GCLF</strong>. Mainboard ini sangat mungil dengan data teknis sebagai berikut :<br />
1. Processor Intel Atom onboard with passive cooler.<br />
2. PS/2 mouse port.<br />
3. PS/2 keyboard port.<br />
4. Serial port.<br />
5. Parallel port.<br />
6. LAN Port.<br />
7. VGA Port.<br />
8. 4 USB Port.<br />
9. Sound Port.<br />
10. Front Panel Audio port.<br />
11. 2 front panel USB port<br />
12. S/PDIF port.<br />
13. <span style="color: #000000">1 PCI slot. (Ingat Slot ini hanya 1 buah saja).</span><br />
14. <span style="color: #000000">1 DDR2 slot.</span><br />
15. 1 IDE port.<br />
16. 2 SATA port.<br />
17. 4 pin power.<br />
18. 24 pin main power.</p>
<p>Kelengkapan :<br />
1. 1 CD driver.<br />
2. 1 IDE Cable.<br />
3. 1 SATA Cable.<br />
4. Back panel plate.<br />
5. 1 Intel Atom inside sticker.<br />
6. Port Configuration sticker.</p>
<p>Harga di tempat saya : <strong>Rp 850.000,-</strong></p>
<p>Kebetulan ada HDD lama yg sudah berisi sistem Ubuntu 8.04, trus saya pasang dengan RAM 1 Gb V-Gen. Langsung jalankan. Sistem Ubuntu di HDD dapat dibaca dengan baik walaupun tanpa diinstall.</p>
<ul>
<li>Trus saya configurasi networknya supaya bisa connect ke internet.<br />
Trus saya update repository Ubuntu 8.04.<br />
Trus buka Synaptic Package Manager.<br />
Trus search : compizconfig-setting-manager, lalu install.<br />
Trus Buka : System&gt; Preferences&gt; Advanced Desktop Effect Settings.<br />
Trus aktifkan : Wobbly Windows, Rotate Cube, dan Water Effect.</li>
</ul>
<p>Saatnya mencoba water effect.<br />
Inisiate dengan menekan combinasi Control+Super.<br />
Mainkan effect rain tekan : Shift + F9.</p>
<p>Its work, tanpa masalah. Bravo Ubuntu 8.04.</p>
<p>Selamat mencoba dan salam Linux</p>
<p>aspansyahbudin<br />
YM : trhkuberau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/12/30/compiz-di-intel-atom-ubuntu-8-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Lokal, Saatnya Bersinar</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/12/19/yang-lokal-saatnya-bersinar/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/12/19/yang-lokal-saatnya-bersinar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 10:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[
Jika kita berbicara soal aplikasi web, yang langsung terngiang di kepala kita kemungkinan besar adalah Facebook, Twitter dan mungkin Koprol. Kalau bicara forum, barulah kita ingat Kaskus dan mungkin milis jogja-linux. Kalau bicara distro, salah satu yang diingat mungkin Blankon dan Kuliax di antara sekian banyak distro mainstream. Tanpa kita sadari ternyata ada beberapa karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://launchpad.navinot.com" target="_blank"><img class="alignleft" style="margin-left: 10px;margin-right: 10px" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/12/launchpad.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Jika kita berbicara soal aplikasi web, yang langsung terngiang di kepala kita kemungkinan besar adalah Facebook, Twitter dan mungkin Koprol. Kalau bicara forum, barulah kita ingat Kaskus dan mungkin milis jogja-linux. Kalau bicara distro, salah satu yang diingat mungkin Blankon dan Kuliax di antara sekian banyak distro mainstream. Tanpa kita sadari ternyata ada beberapa karya lokal yang cukup hebat. Namanya walau tidak sebesar Facebook, Redhat, dll tetap bisa kita sebut dengan bangga. Tapi terkadang kita lupa untuk berbangga dan mengganggap ini sebagai hal biasa. Akibatnya kita sering lupa bahwa ada banyak kesempatan dan potensi yang kita miliki untuk berkembang dan tumbuh mandiri.</p>
<h3>Tidak Cukupkah Layanan Luar Negeri?</h3>
<p>Ini bukan soal nasionalisme. Hal itu kita bicarakan nanti jika perut kita sudah kenyang. Ini soal mencukupi kebutuhan. Layanan luar negeri walau hebat terkadang tidak bisa memenuhi kebutuhan lokal. Beberapa kebutuhan umum semacam surel (surat elektronik) memang tidak akan bervariasi detilnya. Namun untuk hal lain seperti distro, blog, microblog, akan punya nilai lebih jika mengintegrasikan nilai-nilai lokal. Menurut Anda kenapa Detik bisa sukses? Karena detik punya konten lokal yang relatif tidak dimiliki pihak lain.</p>
<p>Google Maps di luar negeri sudah sangat maju dengan Streetview dan detil lokasi, sementara itu di sini kita baru-baru saja bisa mengakses peta Jakarta dan beberapa kota besar sampai tingkatan jalan. Menunggu layanan luar negeri untuk memenuhi kebutuhan kita bisa jadi sangat lama. Kapan kita bisa maju jika strateginya seperti ini?</p>
<h3>Memangnya Layanan Lokal Punya Masalah?</h3>
<p>Coba saja mulai satu layanan maka Anda akan tahu apa saja masalahnya. Setidaknya ada <a href="http://www.navinot.com/2009/12/14/tiga-ancaman-bagi-startups/" target="_blank">tiga masalah utama</a> yaitu kesempatan mendapatkan perhatian, pembiayaan/modal, dan infrastruktur (bandwidth, sistem pembayaran elektronik, dukungan perundangan, dll). Tiga penyakit ini biasanya membuat layanan yang kita buat hanya mampu hidup tiga bulan.</p>
<p>Punya distro keren, tapi tidak ada yang tahu dan tidak ada yang memakai. Tentu saja developer jadi agak malas mengembangkan dan distro juga tidak akan banyak berkembang karena tidak banyak masukan.</p>
<p>Punya software billing keren? Karena dibuat dengan model open source tanpa embel-embel komersial sama sekali akhirnya proyek terhenti karena developer harus bekerja fulltime untuk membiaya hidupnya. Ingat bisnis dan komersialisasi itu bukan hal tabu dalam dunia FOSS.</p>
<h3>Bagaimana Kita Bisa Membantu?</h3>
<p>Dalam lingkungan Open Source, karena adanya keterbukaan sumber, kita biasa membantu dengan koding, testing, dokumentasi dan lain-lain. Dalam lingkungan pengembangan layanan yang lebih umum, di mana sumber kode belum dibuka, kita bisa membantu dengan jalan turut meramaikan layanan. Menjadi pengguna, menyumbangkan ide, melaporkan bug dan lain-lain.</p>
<p>Untuk sampai pada cita-cita mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat derajat ekonomi dan lain lain, mau tidak mau kita harus melalui proses penciptaan produk yang baik (bermanfaat). Salah satu kekuatan besar, tersimpan dalam bentuk komunitas. Jika kita bisa membentuk komunitas semacam ini niscaya produk-produk lokal yang kita ciptakan, terutama produk opensource bisa punya peranan nyata dalam mewujudkan cita-cita tersebut.</p>
<h3>Di Mana Kita Bisa Memulai?</h3>
<p>Bentuk dukungan bisa bermacam-macam. Mungkin dimulai dengan mendukung produk yang diciptakan teman-teman dekat kita. Jika Anda bingung di mana harus memulai, atau Anda menginginkan kemudahan dalam proses mendukung produk-produk lokal ini, maka Anda bisa bergabung ke <a href="http://launchpad.navinot.com" target="_blank">Launchpad</a> milik NavinoT. Berbeda dengan Launchpad milik Canonical, Launchpad milik NavinoT adalah sebuah wadah untuk meluncurkan produk. Dalam wadah ini NavinoT menghimpun individu-individu yang ingin memberikan dukungan pada produk lokal. Semakin banyak dukungan yang dikumpulkan berarti semakin banyak pula pengguna awal yang bsia didapatkan sebuah produk. Saat produk diluncurkan, semua pendukung ini akan diberitahu lewat mekanisme surat elektronik (e-mail)</p>
<p>Anda siap bersinar?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/12/19/yang-lokal-saatnya-bersinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karmic release Party Ubuntu 9.10</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/10/29/karmic-release-party-ubuntu-9-10/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/10/29/karmic-release-party-ubuntu-9-10/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 12:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>frendy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/10/29/karmic-release-party-ubuntu-9-10/</guid>
		<description><![CDATA[KRPJogja
	- Karmic Release Party Jogja I
Waktu
	- Sabtu, 14 November 2009 jam 08.00 WIB
Tempat
    &#8211; Ruang Teatrikal Fakultas Sains &#38; Teknologi Universitas Islam Negeri    Sunan Kalijaga Yogyakarta 
Menu Acara Karmic Release Party (KRP) (terbuka untuk umum)
    &#8211; Talkshow &#8220;OpenSource untuk Kemandirian Bangsa&#8221;
    &#8211; Review [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KRPJogja</p>
<p>	- Karmic Release Party Jogja I</p>
<p>Waktu</p>
<p>	- Sabtu, 14 November 2009 jam 08.00 WIB</p>
<p>Tempat</p>
<p>    &#8211; Ruang Teatrikal Fakultas Sains &amp; Teknologi Universitas Islam Negeri    Sunan Kalijaga Yogyakarta </p>
<p>Menu Acara Karmic Release Party (KRP) (terbuka untuk umum)</p>
<p>    &#8211; Talkshow &#8220;OpenSource untuk Kemandirian Bangsa&#8221;<br />
    &#8211; Review Ubuntu Karmic Koala<br />
    &#8211; Implementasi Ubuntu dengan Repository </p>
<p>Nara Sumber</p>
<p>    &#8211; Antonius Fran Setiawan &#8211; Chief Editor Skripta Media Creative<br />
    &#8211; Hendra Indriyanto &#8211; Divisi ICT NGO Combine Resource Institution<br />
    &#8211; Ubuntu Jogja<br />
    &#8211; KSL Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta </p>
<p>Moderator</p>
<p>    &#8211; Dedy Hariyadi &#8211; Magister Teknologi Informasi UGM </p>
<p>Sasaran</p>
<p>    &#8211; Usaha Kecil Menengah (UKM)<br />
    &#8211; Kelompok Study Linux Se-Jogja<br />
    &#8211; Sekolah Menengah Atas Se-Jogja<br />
    &#8211; Lembaga / Instansi yang telah menggunakan FOSS<br />
    &#8211; Umum </p>
<p>Investasi</p>
<p>    &#8211; Investasi Rp. 5.000,- untuk 50 pendaftar pertama<br />
    &#8211; Investasi Rp. 10.000,- </p>
<p>Bonus :</p>
<p>    &#8211; Sertifikat<br />
    &#8211; CD Linux 9.10<br />
    &#8211; Sticker<br />
    &#8211; Makan Siang<br />
    &#8211; Doorprize :<br />
          o SilverBiz Hosting dari Indobizweb<br />
          o Buku dari Andi Publisher<br />
          o Doorprize menarik lainnya </p>
<p>Tempat Pendaftaran</p>
<p>    &#8211; Pendaftaran secara Online klik &#8220;http://wiki.ubuntu-id.org/KRPJogja&#8221;<br />
    &#8211; Pembayaran dapat dilakukan di (mulai tanggal 1 November 2009):<br />
          o Dedy Hariyadi, Lab. M22 MTI UGM Yogyakarta<br />
          o Lab. Terpadu Sains &amp; Teknologi Lt. 4 Universitas Islam Negeri 		    Sunan Kalijaga Yogyakarta / Stand Pendaftaran KRP </p>
<p>Panitia</p>
<p>    &#8211; Ubuntu Jogja<br />
    &#8211; KSL UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta </p>
<p>Sponsor</p>
<p>    &#8211; Indobizweb, host your web personally<br />
    &#8211; Magister Teknologi Informasi UGM<br />
    &#8211; Andi Publisher<br />
    &#8211; Smile Group<br />
    &#8211; Ivaa Digital Information Center<br />
    &#8211; Combine Resource Institution<br />
    &#8211; LPK E-Fac</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/10/29/karmic-release-party-ubuntu-9-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UKDW NUTZ! 2.0</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/09/12/ukdw-nutz-2-0/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/09/12/ukdw-nutz-2-0/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 08:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>willy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda puas dengan hanya bisa menggunakan sistem operasi Windows saja? Mau tantangan yang lebih menantang? Mau sistem operasi yang membebaskan Anda dari jeratan virus/worm yang selalu setia mengancam komputer atau laptop Anda? Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan sistem operasi GNU/Linux.
Untuk lebih memasyarakatkan GNU/Linux di kalangan mahasiswa dan umum dan mengurangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda puas dengan hanya bisa menggunakan sistem operasi Windows saja? Mau tantangan yang lebih menantang? Mau sistem operasi yang membebaskan Anda dari jeratan virus/worm yang selalu setia mengancam komputer atau laptop Anda? Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan sistem operasi GNU/Linux.</p>
<p>Untuk lebih memasyarakatkan GNU/Linux di kalangan mahasiswa dan umum dan mengurangi tingkat pembajakan di Indonesia, khususnya di kota Jogja, maka UKM Net Club kembali akan mengadakan acara Install Fest yang sekarang berganti nama menjadi UKDW NUTZ! (Linux InstallFezt!) 2.0. Acara serupa pernah digelar pada tahun 2008 yang lalu dan diikuti oleh banyak orang dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, dan juga khayalak umum. </p>
<p>Acara ini akan dilaksanakan pada<br />
- Tanggal 	: 10 Oktober 2009<br />
- Jam 	: 9.00 &#8211; 13.00 WIB<br />
- Tempat 	: Atrium AGAPE UKDW<br />
		  Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo 5-25 Yogyakarta 55224<br />
- Contact Person: Prasetyo (+628562809087)</p>
<p>Pada acara ini, terdapat acara workshop dan live demo dimana peserta bisa mendapatkan penjelasan tentang proses installasi sistem operasi GNU/Linux agar bisa berdampingan dengan Windows. Kami juga menyediakan beberapa file ISO Linux yang bisa disalin atau dibakar di CD/DVD untuk diinstall langsung pada saat acara berlangsung. Selain itu juga akan ada sesi konsultasi, dimana para pengunjung bisa berkonsultasi dengan sesama pengguna GNU/Linux yang lain apabila menghadapi kendala dalam mengoperasikan sistem operasi GNU/Linux.</p>
<p>Kami mengharapkan dengan adanya acara ini, banyak orang yang mulai menyadari bahwa GNU/Linux itu bukanlah sesuatu yang menakutkan dan mulai beralih ke sistem operasi yang lebih baik, lebih aman, lebih stabil, dan yang pasti, legal.</p>
<p>Saat ini kami sudah menyediakan beberapa koleksi ISO yang sudah siap digunakan:<br />
- Slackware 13.0<br />
- Ubuntu/Kubuntu 9.04<br />
- OpenSUSE 11.1<br />
- Mandriva 2009.1<br />
- Fedora 11<br />
- LinuxMint 7.0</p>
<p>Apabila Anda memiliki permintaan akan distribusi Linux tertentu, Anda bisa mengirimkan nama distro yang diinginkan ke alamat willysr@gmail.com. Kami akan berusaha untuk menyediakan distro yang Anda harapkan, meskipun kami tidak bisa memberikan jaminan bahwa semua permintaan akan bisa dikabulkan.</p>
<p>Anda bisa mengunjungi event ini di Facebook:<br />
<a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=132902876314&#038;index=1">http://www.facebook.com/event.php?eid=132902876314&#038;index=1</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/09/12/ukdw-nutz-2-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs KPLI Magelang (MaNux) sudah Diluncurkan</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/07/27/situs-kpli-magelang-manux-sudah-diluncurkan/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/07/27/situs-kpli-magelang-manux-sudah-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 03:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KPLI]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[magelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[KPLI Magelang, atau lebih dikenal dengan MaNux (Magelang Linux), baru saja meluncurkan situsnya : http://magelang.linux.or.id. Silahkan dikunjungi..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KPLI Magelang, atau lebih dikenal dengan MaNux (Magelang Linux), baru saja meluncurkan situsnya : <a href="http://magelang.linux.or.id">http://magelang.linux.or.id</a>. Silahkan dikunjungi..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/07/27/situs-kpli-magelang-manux-sudah-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INFO: Lomba Blog dijaminmurah.com 2009</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/07/23/info-lomba-blog-dijaminmurahcom-2009/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/07/23/info-lomba-blog-dijaminmurahcom-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[dijaminmurah.com]]></category>
		<category><![CDATA[dijaminmurah.com hosting indonesia termurah]]></category>
		<category><![CDATA[lomba blog]]></category>
		<category><![CDATA[lomba blog dijaminmurah.com]]></category>
		<category><![CDATA[lomba blog dijaminmurah.com 2009]]></category>
		<category><![CDATA[lomba blog dj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[<p>DJ(pronounce as dijaminmurah.com) mengadakan lomba penulisan artikel bertemakan Kemerdekaan RI atau Menyambut Ramadhan dalam media blog yang dilaksanakan mulai tanggal 20 Juli hingga 12 September. Hadiah buat pemenang cukup menarik ada Acer ASPIRE One, Digital Camera Kodak, Smartphone, external harddrive dan masih banyak lagi.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lomba.dijaminmurah.com" title="netbook dari lomba blog dj" target="_blank"><img src="http://lomba.dijaminmurah.com/images/banner234x60.png" /></a></p>
<p>DJ(pronounce as dijaminmurah.com) mengadakan lomba penulisan artikel bertemakan Kemerdekaan RI atau Menyambut Ramadhan dalam media blog yang dilaksanakan mulai tanggal 20 Juli hingga 12 September. Hadiah buat pemenang cukup menarik ada Acer ASPIRE One, Digital Camera Kodak, Smartphone, external harddrive dan masih banyak lagi.</p>
<p>gak cuma itu, buat seluruh peserta akan mendapatkan gratis voucher diskon berlangganan hosting di dijaminmurah.com dan bila calon peserta yang ingin mengikuti lomba belum memiliki blog, bisa mendapatkan blog gratis yang disediakan panitia(<a href="http://lomba.dijaminmurah.com/requestblog.html">http://lomba.dijaminmurah.com/requestblog.html</a>)</p>
<p>Lomba ini gratis dan tidak dipungut biaya, so, tunggu apa lagi, mari berkompetisi secara sehat lewat blog</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/07/23/info-lomba-blog-dijaminmurahcom-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OCS Inventory NG</title>
		<link>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/06/29/ocs-inventory-ng/</link>
		<comments>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/06/29/ocs-inventory-ng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 00:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wilfridus Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogja.linux.or.id/berita/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[alo semua&#8230;
ni baru selesai latihan untuk instalasi dan persiapan sistem inventory berbasis aplikasi OpenSource bernama OCS Inventory NG (http://www.ocsinventory-ng.org/). waw, setelah sekian lama penulis membaca konsep itu, dan di sabtu sore kemarin mendapat pertanyaan dari kawan2 staf lab untuk mengidentifikasi software ini, baru sekarang penulis mau dan berhasil (meski dengan beberapa kebingungan yang selanjutnya terselesaikan) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>alo semua&#8230;</p>
<p>ni baru selesai latihan untuk instalasi dan persiapan sistem inventory berbasis aplikasi OpenSource bernama OCS Inventory NG (<strong>http://www.ocsinventory-ng.org/</strong>). waw, setelah sekian lama penulis membaca konsep itu, dan di sabtu sore kemarin mendapat pertanyaan dari kawan2 staf lab untuk mengidentifikasi software ini, baru sekarang penulis mau dan berhasil (meski dengan beberapa kebingungan yang selanjutnya terselesaikan) menginstalasinya, dan kemudian melakukan konfigurasi di server dan juga memasang agent di komputer client. untuk aplikasi OCS Inventory NG sendiri sebenarnya juga disiapkan untuk berjalan di OS berbasis Win****, tetapi yang penulis pilih disini adalah yang Linux, dengan versi aplikasi OCS yang terbaru yaitu v1.02.1. untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di alamat berikut:  <strong>http://www.ocsinventory-ng.org/index.php?page=1-02-1</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>untuk ujicoba ini, penulis menggunakan virtual machine untuk servernya, dengan kategori sebagai berikut: debian etch, instalasi repo ke kambing, dan juga menggunakan NAT dari opsi vmware nya. sedangkan mesin client adalah host laptop, yaitu xp sp3. urutan pengerjaan adalah menyiapkan lingkungan server terlebih dahulu sehingga dapat menerima aplikasi ini. urutan kerjanya adalah sebagai berikut:</p>
<p>instalasi apache2, php v5, mysqlserver v5, perl (beserta semua dependency nya)</p>
<p>    *      apt-get install apache2 libapache2-mod-perl2 libapache2-mod-php5 php5 php5-gd perl libxml-simple-perl libcompress-zlib-perl libdbi-perl libdbd-mysql-perl libapache-dbi-perl mysql-server php-pear php5-dev libnet-ip-perl php5-mysql build-essential libsoap-lite-perl</p>
<p>selanjutnya mengunduh master paketnya dari URL yang telah di sebutkan di bagian atas, yaitu <strong>http://www.ocsinventory-ng.org/index.php?page=1-02-1</strong></p>
<p>pilih yang bagian ini: OCSNG_UNIX_SERVER-1.02.1.tar.gz</p>
<p>setelah berhasil di unduh, maka lakukan ekstraksi, menggunakan perintah berikut: tar xvfpz OCSNG_UNIX_SERVER-1.02.1.tar.gz</p>
<p>maka selanjutnya pengguna dapat melihat bahwa akan tercipta satu folder baru bernama OCSNG_UNIX_SERVER-1.0.2.1, masuk ke dalamnya, dan kemudian mulai untuk melakukan instalasi dengan memilih menjalankan dari konsol/terminal, perintah berikut: ./setup.sh.</p>
<p>proses instalasi akan dimulai dengan menampilkan langkah satu per satu dari kegiatan instalasi, dengan tampilan awal seperti berikut:</p>
<p>+&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-+<br />
|                                                          |<br />
| Welcome to OCS Inventory NG Management server setup !    |<br />
|                                                          |<br />
+&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-+</p>
<p>diperhatikan saja, bagian mana yang harus disesuaikan informasinya yang dibutuhkan sesuai dengan konfigurasi server pengguna masing-masing. pada bagian akhir, menurut pengalamanku terdapat error yaitu pengenalan terhadap salah satu entitas xml entities pada perl. setelah penulis utak-utik, masih belum ketemu paket yang dibutuhkan,  mencari hasil file log setelah instalasi juga ga ketemu, ya udah, dilewatkan aja bagian tersebut, dan sampai saat ini belum ketemu fungsi yang ga jalan.</p>
<p>ok, selanjutnya setelah selesai tahap instalasi, sistem akan melakukan konfigurasi terhadap basisdata MySQL. tidak ada salahnya pengguna melakukan penyetingan user terlebih dahulu (bagi yang belum), sehingga untuk tahap instalasi tidak menggunakan user root, karena bisa saja menggunakan user yang lebih rendah levelnya, demi alasan keamanan. untuk kalangan pemula dalam sintaks SQL, silakan belajar terlebih dahulu dari ebook atau buku atau internet, terlebih jika berinteraksi dengan konsol, tetapi jika yang ingin gampang, bisa menggunakan aplikasi antarmuka basisdata server seperti misalnya phpMyAdmin.</p>
<p>tahap instalasi selanjutnya adalah melakukan sinkronisasi antara aplikasi dengan server basisdata. buka browser, dan lakukan akses ke alamat <strong>http://ipserver/ocsreports/</strong></p>
<p>dengan identitas <strong>username: admin</strong>, dan <strong>password: admin</strong>.</p>
<p>masukkan informasi yang dibutuhkan oleh sistem, lakukan dengan benar, sehingga tahap instalasi dapat terselesaikan dengan baik.</p>
<p><strong>Instalasi Client</strong></p>
<p>selesai berinteraksi dengan server, tahap selanjutnya adalah memasang agent di komputer-komputer server. pada ujicoba ini, agent yang aktif ditempatkan pada laptop (host dari virtual machine) dengan OS XP sp3. pertama kali, pengguna harus mengunduh terlebih dahulu paket agentnya dari alamat berikut: <strong>http://www.ocsinventory-ng.org/index.php?page=1-02-1</strong>, kemudian cari bagian ini: OCSNG_WINDOWS_AGENT_1.02.zip</p>
<p>kemudian diekstrak, dan lakukan instalasi seperti biasa, dengan mengklik 2x pada file OcsAgentSetup.exe, dan selanjutnya pengguna mengarahkan command prompt (CMD) ke direktori dimana program instalasi OcsAgent itu ditempatkan, yaitu di lokasi berikut: <strong>C:\Program Files\OCS Inventory Agent\</strong>. kemudian dari command prompt, lakukan inisialisasi koneksi ke server (sebagai info, IP server adalah 192.168.254.134), dengan menjalankan perintah berikut:</p>
<p><strong>OCSInventory.exe /server:192.168.254.134 /np /debug</strong></p>
<p>(catatan: IP server sesuaikan dengan konfigurasi masing2)</p>
<p>setelah menjalankan perintah tersebut, tidak akan tampil peringatan apapun di layar komputer, tetapi percayalah bahwa proses inisialisasi koneksi ke server telah dilakukan (ini pengalaman penulis lho&#8230;he3)</p>
<p><strong>Penggunaan Aplikasi</strong></p>
<p>jika selesai memasang agent di client, pengguna dapat login ke aplikasi menggunakan browser, dengan mengakses alamat http:<strong>//ipserver/ocsreports/</strong> dengan identitas berikut yang standar:</p>
<p><strong>username: admin</strong> dan <strong>password: admin</strong>.</p>
<p>jangan lupa dirubah setelah berhasil masuk ke aplikasi, lagi-lagi demi alasan keamanan. berikut adalah screen shot aplikasi setelah berhasil login. terlihat bahwa di bagian informasi dari client, telah terdeteksi satu client.</p>
<p><img src="http://jogja.linux.or.id/berita/wp-content/uploads/2009/06/ocs-1-300x225.jpg" alt="ocs-1" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-774" /></p>
<p>pengguna dapat mengakses informasi lebih lanjut dari client tersebut dengan mengklik pada bagian kolom &#8220;computer&#8221;, sehingga akan muncul detail dari client, seperti yang terlihat pada screenshot berikut:</p>
<p><img src="http://jogja.linux.or.id/berita/wp-content/uploads/2009/06/ocs-2-300x225.jpg" alt="ocs-2" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-777" /></p>
<p><strong>Plugin (Add-On)</strong></p>
<p>Dari referensi yang penulis dapatkan, terdapat semacam plugin atau add-on untuk memperkaya fitur dari OCS ini. salah satunya yang terkenal adalah GLPI, yang info lebih lengkapnya dapat diakses di alamat berikut: <strong>http://www.glpi-project.org/</strong></p>
<p>salah satu filosofi dari aplikasi ini dapat dilihat dari kutipan di bawah:</p>
<p><em>GLPI stands for “Gestionnaire libre de parc informatique”, and it is basically like a great add-on for OCS. As the website says:</p>
<p>    “GLPI is the Information Resource-Manager with an additional Administration- Interface. You can use it to build up a database with an inventory for your company (computer, software, printers…). It has enhanced functions to make the daily life for the administrators easier, like a job-tracking-system with mail-notification and methods to build a database with basic information about your network-topology.”</em></p>
<p>untuk instalasinya sendiri, pengguna harus mengunduh terlebih dahulu paket glpi dari situs resminya di atas. contoh aktifitas yang penulis lakukan disini adalah sebagai berikut:</p>
<p>memindahkan lokasi aktif dari konsol ke direktori home dari apache2 (sebagai contoh di /var/www/)</p>
<p>    * cd /var/www/</p>
<p>mengunduh paket dari alamat:</p>
<p>    * http://www.glpi-project.org/IMG/gz/glpi-0.68.3-2.tar.gz</p>
<p>selanjutnya melakukan ekstraksi dengan perintah:</p>
<p>    * tar xvfpz glpi-0.68.3-2.tar.gz</p>
<p>selesai mengekstrak, maka akan terlihat satu direktori bernama glpi, yang harus dirubah terlebih dahulu hak akses maupun kepemilikannya, dengan menjalankan perintah berikut:</p>
<p>    * chown -R www-data:www-data glpi/<br />
    * chmod -R 755 glpi/</p>
<p>selanjutnya pengguna berpindah ke konsol MySQl atau menggunakan phpMyAdmin untuk membuat user baru dan database baru untuk aplikasi glpi ini. sebagai contoh, penulis membuat database baru bernama <strong>glpi-db</strong> dan untuk informasi user yang mengakses adalah sebagai berikut: username: <strong>glpi-user</strong> dan password: <strong>glpi-user</strong>.</p>
<p>perintah dari konsol MySQL adalah sebagai berikut:</p>
<p>    * create database glpi-db;</p>
<p>    * grant select, insert, update, delete, create, drop, index, alter on glpidb.* to &#8216;glpi-user&#8217;@'localhost&#8217; identified by &#8216;glpi-user&#8217;;</p>
<p>    * flush privileges;</p>
<p>setelah selesai, keluar dari konsol MySQL, dan selanjutnya buka browser untuk mengakses alamat <strong>http://ipserver/glpi/</strong>. pengguna akan diminta untuk memasukkan informasi mengenai database dan user yang mengakses, seperti yang telah dilakukan pada langkah sebelumnya. jika benar, maka proses instalasi akan selesai, dan tampilan pada browser akan diarahkan ke halaman login seperti yang terlihat pada screenshot berikut:</p>
<p><img src="http://jogja.linux.or.id/berita/wp-content/uploads/2009/06/glpi-1-300x225.jpg" alt="glpi-1" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-773" /></p>
<p>terdapat beberapa account login yang dapat digunakan, seperti yang terlihat pada informasi di bawah ini:</p>
<p>glpi/glpi for the administrator account<br />
tech/tech for the technician account<br />
normal for the normal account<br />
post-only/post-only for the postonly account</p>
<p>untuk kegiatan administrasi, pengguna dapat menggunakan account glpi.</p>
<p>tahapan selanjutnya adalah mengaitkan antara aplikasi OCS dengan gpli. setelah berhasil login, pengguna dapat mengakses menu <strong>administration -&gt; setup -&gt; general setup -&gt; activate OCSNG mode -&gt; yes</strong>.</p>
<p>kemudian pilih button post di bagian bawah untuk menyimpan konfigurasi.  selanjutnya untuk mengimport data dari OCSNG, pengguna dapat memilih dari menu <strong>Tools -&gt; OCSNG</strong>.</p>
<p>silakan bereksplorasi lebih lanjut dengan menu-menu yang lain.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>yup, sepertinya sampai disini dulu tutorial untuk instalasi dan penggunaan dari aplikasi OCS Inventory NG. banyak fitur yang belum dibahas, silakan lakukan tindakan eksplorasi sendiri, dan jangan lupa untuk menuliskannya pula dalam bentuk dokumen seperti ini, sehingga dapat dijadikan bahan pembelajaran dan pencerahan untuk kawan2 yang lain.</p>
<p>untuk tambahan dokumentasi, pengguna dapat mengakses wiki dari vendor aplikasi pada alamat berikut: <strong>http://wiki.ocsinventory-ng.org/index.php/Main_Page</strong></p>
<p>terima kasih.</p>
<p>bukit.sariwangi, 290609, 07:46</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jogja.linux.or.id/berita/arsip/2009/06/29/ocs-inventory-ng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
