Penulis :
Wilfridus Bambang
alo semua,
ni akhirnya bisa juga setting server samba dengan kustomisasi yang diperlukan sesuai kebutuhan di dwa. satu role yang aku inginkan berjalan adalah bagaimana sharing antar server debianku di ruangan, dengan komputer2 windows, baik itu xp, vista, maupun server 2003 yang dikendalikan oleh para koordinator dan juga staf lain, dapat mengakses dengan baik dan lancar data-data yang dibutuhkan, sesuai dengan kebutuhan.
untuk itu, data-data yang berseliweran di ruangan haruslah disusun dan terorganisir dengan sistematis, agar hanya orang yang berhak yang dapat mengakses, baik itu membaca dan menulis, dari lingkungan sistem yang heterogen ini. dari awal sudah aku utak-atik, gagal, di banyak sebab, sehingga malam ini ternyata alur logika yang aku gunakan adalah tepat, dan menjawab pertanyaan. skenarionya adalah sebagai berikut: data di server debian, dengan tipe partisi yang digunakan adalah ext3 (tidak dimungkinkan mengakses dengan sempurna partisi ntfs di mesin linux), dan selanjutnya harus membuat account sesuai kebutuhan (wr-xxx dan wa-xxx). ketika pembuatan user berhasil dilakukan, akan bersamaan dibuatkan juga home directory, yang mengharuskan semua data yang akan dishare dimasukkan ke folder masing-masing, karena setingan samba disini adalah berdasarkan level user, sehingga lebih diperhatikan keamanannya.
setelah membuat user dari sistem secara normal, aku kembali harus melakukan perubahan password pada user di samba. meski sudah diset secara otomatis (terlihat jelas ketika menggunakan webmin) bahwa setiap ada user baru disistem akan ditambahkan di samba, ternyata tidak berhasil menurutku. user tetap ditambahkan memang, tetapi password tidak terbaca. untuk itu aku lakuin pengesetan password di samba sesuai user-user tersebut. kemudian dilanjutkan dengan penyetingan di bagian hak akses dan mode akses dari data di dalam folder masing2, harus pula diset. misalkan data2 untuk wr-xxx, maka harus diset secara keseluruhan (untuk bagian ini aku selalu menggunakan opsi rekursif -R), dengan ngelakuin perintah berikut: chown -R wr-xxx:wr-xxx /home/wr-xxx/. untuk mode akses lakukan juga secara rekursif, dengan contoh perintah berikut: chmod -R 755 /home/wr-xxx.
dibawah ini adalah contoh baris-baris konfigurasi yang aku gunakan (diseting secara otomatis dari webmin):
[global]
log file = /var/log/samba/log.%m
dns proxy = no
netbios name = deb.xxx.com
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfull$
socket options = TCP_NODELAY
obey pam restrictions = yes
invalid users = root
os level = 20
encrypt passwords = yes
syslog = 0
security = user
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passdb backend = tdbsam
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
max log size = 1000
kemudian berikut adalah contoh konfigurasi untuk share foldernya, yang diakses dari network neighbourhood di mesin windows:
[tes2]
writeable = yes
path = /home/xxxx/
only user = yes
create mode = 777
user = me
max connections = 2
directory mode = 777
browseable = yes
ketika mencoba mengkases hasil konfigurasi tersebut di sistem, maka ketika user mencoba mengakses alamat server misalkan sebagai berikut: \\192.168.23.xxx, maka akan memunculkan tampilan permintaan pengisian username dan password, dan itu diisikan sesuai dengan hak aksesnya, misal koordinator web admin, web reporter, atau tamu. semua sudah diset di server, dan selanjutnya setelah user memasukkan data-data yang benar, maka akan terlihat pada windows explorer, folder-folder yang disharing. sangat disarankan hanya mengakses folder yang sesuai, karena jika mencoba mengakses folder yang lain, akan meminta tampilan username dan password lagi, walaupun diisikan data yang sesuai, tetap akan error. harus melakukan logoff account, baru deh bisa digunakan. dasar win****, tetap aja ribet, nyimpen cache user yang akses.
begitulah cerita malam ini, tinggal disesuaikan lagi ni. sesuai kebutuhan. tapi yang penting, intinya sudah ketemu. ohiya, rencananya sih mo disambungin ke ldap, tapi belum kesampaian, dan jam 9 malam, harus segera balik.
tetap belajar dan kreatif… merdeka
dwa, 270609, 21:07
Penulis :
Wilfridus Bambang
Tutorial berikut adalah versi lebih lengkap dari replikasi, sehingga dapat lebih mengimplementasikan skema distributed database. pada studi kasus berikut adalah: 3 komputer server aktif, yang apabila terjadi perubahan database secara spesifik pada database yang telah diinisialisasi sebelumnya, maka akan langsung terupdate pula pada komputer yang lain. untuk model replikasinya adalah daisy chain. silakan didownload tulisan lengkapku.
sebagai catatan lagi: ini implementasi dari salah satu materi akhir mata kuliah praktikum basisdata dan barusan keluar juga di responsi. trus, jangan panik dengan banyaknya kata2 windows disana, itu hanya mesin yang aku gunakan. tentu tinggal dirubah dan disesuaikan dengan mesin pinguin anda masing2.
thanks
——————————————————————————
………………………………
………………………………
………………………………
Berikut adalah informasi alamat IP yang digunakan pada masing-masing komputer:
Komputer 1
Sistem Operasi: Windows XP Professional (SP2), host.
Alamat IP: 192.168.1.10
Server –id (my.ini): 1
Komputer 2
Sistem Operasi: Windows XP Professional (SP2), virtual.
Alamat IP: 192.168.1.2
Server –id (my.ini): 2
Komputer 3
Sistem Operasi: Windows 98, virtual.
Alamat IP: 192.168.1.3
Server –id (my.ini): 3
Tampilan di atas adalah visualisasi dari arsitektur jaringan yang digunakan dalam pengerjaan tugas, dan dengan penggunaan loopback adapter membuat komunikasi antar host dengan virtual dapat dilakukan dengan baik, seperti halnya dilakukan dalam jaringan komputer yang sebenarnya (menggunakan kabel ataupun wifi).
……………………..
……………………..
……………………..
tutorial lengkap dapat didownload disini:
replikasi model daisy chain
Penulis :
Wilfridus Bambang
alo kawan2 semua, ini ada tutorial cara pembuatan replikasi server yang dilakukan pada 2 server mysql, dengan konfigurasi sederhana, yaitu pada komputer slave (kedua) akan secara otomatis mencatat pergerakan atau aktifitas yang dilakukan pada server master. replikasi sendiri merupakan implementasi dari distributed database, dengan tujuan akhirnya adalah menciptakan server basisdata cadangan (alternatif) ketika server utama mengalami gangguan.
sebagai catatan: ilmu ini dibuat sebagai pengerjaan tugas kuliah praktikum basisdata dan berhasil berjalan dengan baik. tapi perlu diingat, dari beberapa konfigurasi adalah menggunakan mysql server dan apache server yang dikompilasi menggunakan aplikasi wamp server (pada mesin windows). tetapi jangan takut untuk para pengguna linux, itu hanya tinggal menyesuaikan aja dimana berkas konfigurasi mysql berada.
semoga berguna.
*. pastikan firewall pada komputer di matikan. (atau diset dengan melewatkan akses pada port 3306, miliknya mysql)
*. buka file my.ini, kemudian pada bagian [wampmysqld], tambahkan opsi berikut:
server-id=1
log-bin
*. aktifkan/restart mysql server/wamp.
*. kemudian masuk ke mysql console,
mysql -u root
*. dan lakukan grant replication slave
GRANT REPLICATION SLAVE ON *.* TO ’slave_user’@’%’ IDENTIFIED BY ‘‘;
untuk bagian yang diganti password yang sesuai. perintah di atas akan membuat user baru: slave_user dan dikenakan password (ini aku ganti dengan slave) serta hak untuk melakukan replikasi
*. jalankan perintah: flush tables with read lock;
hasilnya akan terlihat seperti ini:
mysql> flush tables with read lock;
Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)
*. jalankan perintah show master status;
hasilnya akan terlihat seperti ini:
mysql> show master status;
+——————–+——––+————–+——————+
| File | Position | Binlog_Do_DB | Binlog_Ignore_DB |
+——————–+———-+————–+——————+
| MKOM-06-bin.000001 | 304 | | |
+——————–+———-+————–+——————+
1 row in set (0.00 sec)
proses setup master selesai dilakukan
*. jalankan perintah: unlock tables;
———————————————-
mengaktifkan slave (pada komputer yang berbeda)
*. pastikan firewall dimatikan. (atau diset dengan melewatkan akses pada port 3306, miliknya mysql)
*. buka file my.ini, kemudian pada bagian [wampmysqld], tambahkan opsi berikut:
server-id=2
*. kemudian, pastikan bahwa mysqlserver di slave berjalan, masuk ke konsol
mysql -u root
*. pastikan slave dalam kondisi stop;
stop slave;
*. jalankan pada konsol, perintah2 berikut:
CHANGE MASTER TO
-> MASTER_HOST=’192.168.1.6‘, {ip komputer master}
-> MASTER_USER=’slave_user’, {sesuaikan dengan setingan di master}
-> MASTER_PASSWORD=’slave’, {sesuaikan dengan setingan di master}
-> MASTER_LOG_FILE=’ MKOM-06-bin.000001′, {sama persis dengan hasil dari show master status}
-> MASTER_LOG_POS=304; {ini disamain dengan hasil dari show master status (pada komputer master)… klo tetap 98, agak telat updatenya}
*. jalankan slave;
start slave;
*. ujicoba replikasi tersebut, dengan membuat database baru pada master, dan nanti otomatis pada slave akan dibuat juga.
untuk mencobanya klo ga dari konsol, dapat menggunakan aplikasi phpmyadmin dari browser. caranya adalah:
buka browser,
ketik pada bagian alamat: http://localhost/phpmyadmin/
atau jika menggunakan aplikasi yang di diwindows, yaitu mysql query browser.
selamat mencoba,
thanks
24-11-2007, 14:39
Penulis :
Wilfridus Bambang
pastikan mrtg telah terinstall di komputer. jika belum, lakukan perintah berikut:
apt-get install mrtg
hasil penginstallan diletakkan di direktori /var/www/mrtg (silakan diedit sesuai kebutuhan)
install snmp, menggunakan perintah
apt-get install snmp snmpd
paket-paket yang dibutuhkan :
BACA »
Penulis :
Wilfridus Bambang
pertama-tama, aku lagi2 nongkrong di ruangan ini, bersama segala mesin dan setingan yang harus aku selesaikan. dari semua server yang harus aku set, dan kemudian diupdate, aku teringat pada semua hasil update yang pernah dilakuin di server cls. tapi dimana ya letak foldernya? hm, sepertinya dulu (sekian tahun lalu lho…) aku pernah mengakses alamatnya di /var/cache/apt/. aku list foldernya, dan terlihat folder archives. yup… bener sekali… disitu letaknya. aku coba list isi dalamnya, dan bingo… semua ada disana.
BACA »
Penulis :
risal
sebenernya ini copy-an dari website saya(malas ngetik lagi
)
baru sekali ini saya bikin judul panjang, yahh, maklum lagi laper, pengennya buru-buru. mungkin lain waktu saya ganti. ceritanya, di kost saya punya komputer dengan 3 sistem operasi, ada Windows, Linux dan BSD. Khusus Linux saya menggunakan Debian Etch, karena di kantor terhubung dengan jaringan Inherent K1.
kenapa saya pilih Debian, karena distro ini cukup ringan untuk komputer saya yang berspesifikasi rendah, Pentium III, selain itu, adanya mirror mempermudah proses instalasi sekaligus update bila diperlukan. Dulu, saya perlu bolak-balik ngusung CPU ke kantor hanya untuk update atau install software.
sekarang, saya coba menggunakan laptop yang jarang dipakai dikantor saya sebagai server update debian, yang kemudian akan saya sinkronkan dengan server saya di kost, sehingga anak2-kost yang mau update gak perlu lama2 download.
idenya, saya menjadikan laptop itu sebagai server mirror, mirror asli saya ambil dari 2 lokasi, sebenernya cukup satu, yaitu UGM dan ITS dengan menggunakan software yang berbeda pula untuk pengambilan data pada mirror. Untuk server UGM saya menggunakan rsync untuk mengkopi keseluruhan mirror debian, dengan adanya rsync, bila ada perubahan, maka tidak perlu mendownload keseluruhan paket, hanya bagian yang berubah saya yang di download, ini akan menghemat wakyu dan bandwith.
untuk server ITS saya menggunakan peranti lunak bantu debmirror, dengan adanya debmirror, maka tidak perlu melakukan download atas keseluruhan release seperti yang dilakukan ketika bekerja dengan rsync, kita bisa memfilter release dan mengkhususkannya pada spesifikasi hardware tertentu, mengenai proses update, saya belum bisa membandingkannya, mungkin masih lebih baik menggunakan rsync atau rsync dibuat sebagai komplementer.
oke, singkatnya, sediakan sebuah laptop untuk membuat server mirror, lengkapi juga dengan http server(biar gampang) tau bisa juga menggunakan ftp, saya lebih suka http server.. langkahnya:
1. pastikan space tersisa sekitar 20 GB(minimal)
2. aktifkan koneksi dengan http server local anda
3. pastikan juga ethernet card berjalan dengan baik
4. install dan aktifkan rsync
5. arahkan ke server repository UGM, dengan mengetikkan: # rsync -av repo.ugm.ac.id::debian
6. lakukan perintah diatas pada salah satu direktori di root direktori http server anda misal: htdocs/debian
7. tunggu hingga selesai
8. bila sudah atau komputer anda cukup mumpuni, silakan disambi juga dengan menggunakan software debmirror, install dan aktifkan.
9. lakukan setting perintah berikut pada console:
DISTS=”etch”
SECTION=”main,contrib,non-free”
ARCH=”i386″
debmirror –verbose –pdiff=none –host=mirror.its.ac.id \
–dist=$DISTS –section=$SECTION \
–nosource –arch=$ARCH –method=ftp \
–ignore-release-gpg –root=debian /direktori/mirroranda
perintah diatas akan mengarahkan debmirror pada server ITS dan mengambil release debian etch untuk arsitektur i386 diletakkan pada direktori /direktori/mirroranda tanpa mendownload sourcecode.
sangat saya sarankan, anda mengganti parameter /direktori/mirroranda dengan salah satu direktori pada root directory http server anda atau ftp server agar bisa dengan mudah diakses.
setelah itu, tingal bawa laptop ke kost, aktifkan http server, dan arahkan sourcelist ke nomor ip laptop tersebut atau bila ingin sinkronisasi, lakukan rsync ke laptop tersebut.
selesai.. dan semoga membantu.
Penulis :
pramur
Tulisan ini hanya sekadar (bukan ’sekedar’) penerjemahan dari tulisan bertajuk Just Do It w/ Ur ISOs. Kritik, saran, koreksi, apapun (duit mungkin?) sangat diharapkan.
Ada banyak jalan menuju surga. Begitu pula ada banyak cara membuat Repo. Repo di sini merupakan kependekan dari Repository. First think first, saya menggunakan Kubuntu Feisty Fawn (7.04) di Acer 3628 (Proc 1.7GHz, DDR2 1GB, 60GB HD, Grafis Intel GMA 900), Apache versi 2.2 sebagai testing (tidak harus Apache, tergantung nurani dan nafsu Anda). Satu hal, bahwa ISO yang saya gunakan adalah sudah DVD Repo. Jadi, misalnya Anda ingin membuat ISO Repo dari banyak sekali file *.deb, silahkan lihat tutorialnya di ubuntulinux [dot] or [dot] id [slash] blog [slash] ?p=272.
BACA »
Penulis :
ryan_oke
Kuliax 6.0 adalah sebuah distribusi GNU/Linux Desktop untuk pendidikan di Universitas. Khususnya untuk program studi Teknologi Informasi atau yang berhubungan, seperti Teknik Elektro konsentrasi Sistem Komputer dan Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, dan lain-lain.
Bagaimana jika Kuliax dibawa ke kantor? Di kantor sini bisa menjadi yang paling lucu dan imut karena yang lain adalah komputer-komputer berjendela.
Seperti biasa, sebelum memulai instalasi sebuah sistem operasi sebaiknya terlebih dahulu kita siapkan partisi untuknya. Partisi bisa dipersiapkan dengan bantuan berbagai macam aplikasi, salah satu contohnya adalah QtParted yang disertakan dalam Kuliax 6.0.
Sistem yang telah ada adalah Microsoft Windows 2000 Advanced Server dan client yang berisi Microsoft Windows XP Professional. Saya tidak ingin berprasangka buruk, kantor sini merupakan perusahaan besar yang menguasai hajat hidup orang banyak. Jadi saya asumsikan peranti lunak yang digunakan adalah legal.
BACA »
Penulis :
Dedy Hariyadi
Informasi tentang KPLI Jogja dapat diakses dari Handphone dengan mengirimkan SMS ke 9434. Informasi yang dapat diterima adalah tentang pelaksanaan Jemuah. Adapun cara mengirimkan SMS sintaksnya adalah
?[spasi]jogxer[spasi]pesan_anda
kirim ke 9434
Contoh :
? jogxer jemuah
kirim ke 9434
Smoga bermanfaat
Penulis :
Joshua Jackson
Kemarin saya menyetting pc router dengan koneksi cable internet. Ternyata ada masalah apabila OS yang digunakan adalah Linux. Kalau di Windows bisa konek ke gateway ISP dengan baik, namun tidak demikian apabila menggunakan Linux.
Nah ternyata setingan di modem-nya itu ada : Configuration > enable DHCP server. Nah itu harus di-unchek karena untuk ISP seperti Jogjamedianet IP address-nya sudah diberikan dan bukan DHCP. Untuk masuk ke menu konfigurasi modemnya kita akses via IP address modem dari browser, kalau di modem saya IP address modemnya adalah 192.168.100.1. IP address modem ini bisa ditanyakan ke ISP yang bersangkutan. Nah disitu ada link Configuration. Kalau ada pertanyaan lagi bisa dibahas disini.
Semoga bermanfaat.